Pertemuan tanpa ramu yang menyelinap diantara aku dan kamu
Telah mengundang risau yang kau ukir sejak pertama bertemu
Katamu ia adalah bentuk dari pandangan pertama
Kataku itu hanyalah akal akalan belaka
Kau seperti ingin merangkai tulang yang telah hancur menjadi utuh
Kau seperti ingin memberi mekar pada mawar yang telah layu
Mustahil...
Aku hanyalah separuh, sisanya telah hilang diruang gelap bernama rapuh
Separuh yang terus hidup seiring berputarnya jam dinding
Separuh yang napasnya akrab sekali berteman dengan sepi
Dan seringkali sikap serta perkataannya menyinggung muram
Menyerahlah atau kau siap melawan sampai hilang rasa penasaran, kemudian tentangku hanya membekas menjadi abu yang terbang atau tenggelam di dasar lautan.