Jumat, 29 Oktober 2021

 

Mawar yang sedang bermekaran;enggan mengikuti arah keberadaan mu. 
Ia masih setia dengan cahaya matahari, walaupun hatinya lirih ingin selalu menatapmu
Ia masih terjaga dengan keberadaan duri untuk berlindung agar tidak mendua
meskipun utas tentang kita masih dipenuhi oleh cerita aku yang diam diam suka
Setiap selesai salam bibir ku tak pernah kelu mendoakan segala yang terbaik untukmu
Hatinya pasrah, rindunya terbelenggu dan senyumnya palsu
Percayalah, bahwa mawar telah mekar bersama dengan adanya keberadaan mu.


Namun, waktu membawa mawar yang mekar ikut gugur bersama daun-daun kering
Tidak ada lagi seutas doa tulus untuk mu yang terucap setelah selesai salam
Tidak ada lagi harap dan rindu yang terbelenggu
Serta tidak ada lagi aku yang diam-diam suka
Keberadaan mu sudah hilang tak lagi menjelma sebagai rahasia yang terpendam
Terimakasih pernah menjadi penawar meskipun hanya dalam bentuk asrar. 



Rabu, 24 Maret 2021

Lembah Surya Kencana


Pergi sementara agar dapat menghindar dari hiruk pikuk untuk mengejar segala pencapaian dan kebutuhan. Pergi ke sebuah tempat yang menyertakan lelah sebagai teman agar sampai pada tujuan. Kembali ke alam merupakan suatu pilihan tepat untuk sekedar mendamaikan perasaan, tidak ada kabar tentang keharusan, yang ada hanya kewajiban agar senantiasa ingat Tuhan. Syukur yang selalu terucap, nafas yang tersenggal-senggal, bibir yang terus terusan berkata lelah, kaki yang tetap melangkah meskipun rasanya ingin berhenti dan balik kanan. Tetapi, itu tidak mematahkan kendali untuk tetap mengunjungi salah satu surga yang indah di Bumi. 

Aku dan kamu menjadi satu padu dalam barisan, mengunjungi lembah surya kencana yang dipenuhi anaphalis meskipun belum bermekaran. Sore menjelang, kita masih berjalan kedinginan, menuju tenda yang telah disiapkan, sambil melihat langit merah merakah menghiasi lembah. Kemudian mulut kita saling beradu asap karena kedinginan dan aku berdoa pelan-pelan untuk segala kebaikan mu. 

Pagi datang, udara dan cuaca semakin senada dengan rintik hujan yang turun, sejuk dan damai meskipun ramai. Betapa indah karunia Tuhan, telah menciptakan gunung sebagai pasak di Bumi. Menghiasi segala sendu di Bumi dan dapat menjadi tempat beristirahat bagi jiwa-jiwa yang kelelahan.

 Saat lembah surya kencana mulai memperlihatkan kecantikannya ditemani sinar mentari yang hadir setelah hujan turun. Aku mulai merasakan pilu karena rasa senang dan tenang. Aku mulai menarik nafas dan mengucap syukur sedalam-dalamnya kepada Tuhan, karena masih diberi kesempatan untuk melihat segala bentuk ciptaan-Mu.

Selain alam, aku menemukan sebuah keindahan lainnya. Ya, senyum para pendaki yang sumringah. Suara yang saling saut menyaut untuk memberi semangat. Kita yang tidak saling mengenal, tetapi menghirup udara ditempat yang sama, meninggalkan jejak kenangan dan membawa seganjil kerinduan yang tak tahu kapan akan tergenapkan.  

Oh, Tuhan jangan beri jeda untuk lembah surya kencana agar tetap memperlihatkan kecantikannya.

Sampai jumpa diperjalanan lainnya.



 

ASRAR

  Waktu yang merangkak maju, membawa ku pada sebuah repetisi hidup paling berarti. Pada tahun yang menurutku terlalu arogan menyediakan sedi...