Untuk waktu yang merangkak maju dan akan membawamu pada cerita baru. Lihatlah, awan tertunduk mendung atas kepergian mu. Meskipun perlahan pasti akan hilang dan aku hanya mampu berdiam merenungi sisa-sisa kenangan. Sebagaimana hati dapat berubah; juga cinta mampu membelokan arah. Aku hanya mampu melajurkan doa-doa pada Tuhan. Karena Tuhan selalu siap sedia menampung segala kecewa, juga riuh rindu yang membelenggu dalam waktu.
Kau hilang Seakan senyum mu tak lagi dapat kunikmati, seakan ragamu tak lagi akan ku temui, seakan semua terkaanku tak lagi salah. Seakan akan itu yang menghantuiku. Kau bisu tak lagi mencintaiku.