Mawar yang sedang bermekaran;enggan mengikuti arah keberadaan mu.
Ia masih setia dengan cahaya matahari, walaupun hatinya lirih ingin selalu menatapmu
Ia masih terjaga dengan keberadaan duri untuk berlindung agar tidak mendua
meskipun utas tentang kita masih dipenuhi oleh cerita aku yang diam diam suka
Setiap selesai salam bibir ku tak pernah kelu mendoakan segala yang terbaik untukmu
Hatinya pasrah, rindunya terbelenggu dan senyumnya palsu
Percayalah, bahwa mawar telah mekar bersama dengan adanya keberadaan mu.
Ia masih setia dengan cahaya matahari, walaupun hatinya lirih ingin selalu menatapmu
Ia masih terjaga dengan keberadaan duri untuk berlindung agar tidak mendua
meskipun utas tentang kita masih dipenuhi oleh cerita aku yang diam diam suka
Setiap selesai salam bibir ku tak pernah kelu mendoakan segala yang terbaik untukmu
Hatinya pasrah, rindunya terbelenggu dan senyumnya palsu
Percayalah, bahwa mawar telah mekar bersama dengan adanya keberadaan mu.
Namun, waktu membawa mawar yang mekar ikut gugur bersama daun-daun kering
Tidak ada lagi seutas doa tulus untuk mu yang terucap setelah selesai salam
Tidak ada lagi harap dan rindu yang terbelenggu
Serta tidak ada lagi aku yang diam-diam suka
Keberadaan mu sudah hilang tak lagi menjelma sebagai rahasia yang terpendam
Terimakasih pernah menjadi penawar meskipun hanya dalam bentuk asrar.