Rabu, 13 Desember 2023

ASRAR

 


Waktu yang merangkak maju, membawa ku pada sebuah repetisi hidup paling berarti. Pada tahun yang menurutku terlalu arogan menyediakan sedih dari segala bentuknya. Kalutnya pikiran dan perasaan menyertai hari tanpa henti. Sampai akhirnya aku menyadari bahwa ada bintang yang telah menyinari sudut paling gelap sejak lama. Bintang yang selalu memberi tawa, tangis dan amarah. Tidak sedikit juga jadi pelindung. 

Tetapi, waktu terus merangkak maju. Aku hampir sampai pada garis finish dalam menyelesaikan tugas. Hati cukup pilu, sebab aku baru saja membersamai mu. Entah, apakah langkahku akan terlihat lebih seru dari biasanya. 

Aku adalah serangkaian diam yang membutuhkan makhluk paling riuh seperti mu. Wangi pujangga kretek yang khas dari mu, gelak tawa paling berisik dari mu sudah pasti adalah hal yang paling aku rindukan nanti. Tuhan, ini adalah bahasa paling jujur. Maka gariskanlah takdir paling syahdu untuk aku dan juga dirinya. 

Selasa, 04 Januari 2022

Mustahil


Pertemuan tanpa ramu yang menyelinap diantara aku dan kamu

Telah mengundang risau yang kau ukir sejak pertama bertemu

Katamu ia adalah bentuk dari pandangan pertama

Kataku itu hanyalah akal akalan belaka

Kau seperti ingin merangkai tulang yang telah hancur  menjadi utuh

Kau seperti ingin memberi mekar pada mawar yang telah layu

Mustahil...

Aku hanyalah separuh, sisanya telah hilang diruang gelap bernama rapuh

Separuh yang terus hidup seiring berputarnya jam dinding

Separuh yang napasnya akrab sekali berteman dengan sepi

Dan seringkali sikap serta perkataannya menyinggung muram 

Menyerahlah atau kau siap melawan sampai hilang rasa penasaran, kemudian tentangku hanya membekas menjadi abu yang terbang atau tenggelam di dasar lautan.

Jumat, 29 Oktober 2021

 

Mawar yang sedang bermekaran;enggan mengikuti arah keberadaan mu. 
Ia masih setia dengan cahaya matahari, walaupun hatinya lirih ingin selalu menatapmu
Ia masih terjaga dengan keberadaan duri untuk berlindung agar tidak mendua
meskipun utas tentang kita masih dipenuhi oleh cerita aku yang diam diam suka
Setiap selesai salam bibir ku tak pernah kelu mendoakan segala yang terbaik untukmu
Hatinya pasrah, rindunya terbelenggu dan senyumnya palsu
Percayalah, bahwa mawar telah mekar bersama dengan adanya keberadaan mu.


Namun, waktu membawa mawar yang mekar ikut gugur bersama daun-daun kering
Tidak ada lagi seutas doa tulus untuk mu yang terucap setelah selesai salam
Tidak ada lagi harap dan rindu yang terbelenggu
Serta tidak ada lagi aku yang diam-diam suka
Keberadaan mu sudah hilang tak lagi menjelma sebagai rahasia yang terpendam
Terimakasih pernah menjadi penawar meskipun hanya dalam bentuk asrar. 



Rabu, 24 Maret 2021

Lembah Surya Kencana


Pergi sementara agar dapat menghindar dari hiruk pikuk untuk mengejar segala pencapaian dan kebutuhan. Pergi ke sebuah tempat yang menyertakan lelah sebagai teman agar sampai pada tujuan. Kembali ke alam merupakan suatu pilihan tepat untuk sekedar mendamaikan perasaan, tidak ada kabar tentang keharusan, yang ada hanya kewajiban agar senantiasa ingat Tuhan. Syukur yang selalu terucap, nafas yang tersenggal-senggal, bibir yang terus terusan berkata lelah, kaki yang tetap melangkah meskipun rasanya ingin berhenti dan balik kanan. Tetapi, itu tidak mematahkan kendali untuk tetap mengunjungi salah satu surga yang indah di Bumi. 

Aku dan kamu menjadi satu padu dalam barisan, mengunjungi lembah surya kencana yang dipenuhi anaphalis meskipun belum bermekaran. Sore menjelang, kita masih berjalan kedinginan, menuju tenda yang telah disiapkan, sambil melihat langit merah merakah menghiasi lembah. Kemudian mulut kita saling beradu asap karena kedinginan dan aku berdoa pelan-pelan untuk segala kebaikan mu. 

Pagi datang, udara dan cuaca semakin senada dengan rintik hujan yang turun, sejuk dan damai meskipun ramai. Betapa indah karunia Tuhan, telah menciptakan gunung sebagai pasak di Bumi. Menghiasi segala sendu di Bumi dan dapat menjadi tempat beristirahat bagi jiwa-jiwa yang kelelahan.

 Saat lembah surya kencana mulai memperlihatkan kecantikannya ditemani sinar mentari yang hadir setelah hujan turun. Aku mulai merasakan pilu karena rasa senang dan tenang. Aku mulai menarik nafas dan mengucap syukur sedalam-dalamnya kepada Tuhan, karena masih diberi kesempatan untuk melihat segala bentuk ciptaan-Mu.

Selain alam, aku menemukan sebuah keindahan lainnya. Ya, senyum para pendaki yang sumringah. Suara yang saling saut menyaut untuk memberi semangat. Kita yang tidak saling mengenal, tetapi menghirup udara ditempat yang sama, meninggalkan jejak kenangan dan membawa seganjil kerinduan yang tak tahu kapan akan tergenapkan.  

Oh, Tuhan jangan beri jeda untuk lembah surya kencana agar tetap memperlihatkan kecantikannya.

Sampai jumpa diperjalanan lainnya.



 

Rabu, 23 Desember 2020

Dwi (Trilogi Aksara Alshafaq)

Malam pun pulang dan pagi  kembali terang

Dengan hangat mentari yang bimbang

Burung pun kembali terbang

Ditemani nanar kepiluan

Pelan-pelan sampai ia menemukan dahan

Dahan kokoh, tak berduri dan nyaman untuk disinggahi dalam waktu yang lama

.

Burung terdiam, 

Berharap sambil merintih dalam siulan

Agar ranting tak lagi jatuh

Juga tuan dalam sangkar tak ikut hilang

Semoga, kemanapun tuan terbang selalu ingat tempat pulang

Di sangkar hangat yang terbalut ketulusan. 



Eka (Trilogi Aksara Alshafaq)

Malam legam

Rembulan pun sedang muram

Udara dingin menyelam

Membangun kenang tentang ranum sebuah senyuman

.

Malam semakin sunyi

Mencampakkan aku dalam sepi

Membangun hasrat untuk membaca narasi

Tentang histori berbentuk puisi

Sampai bayangmu masuk menyulusuri mimpi

.

Malam; peluklah aku 

Jangan biarkan semua jadi semu

Sandarkan aku agar tetap bisu

Sampai waktu berhasil mengembalikan segala yang baik dahulu.


Rabu, 02 Desember 2020

Hilang Jejak


Setelah pamit dengan senyum yang sama

Seberkas jejak pun mulai pudar 

Membuat perasaan sedikit dibalut nanar kepiluan

Dalam tenang bersembunyi rasa gundah

Dalam diam tersimpan banyak tanya

Sampai terbawa lelap malam-malam panjang


Bolehkah kau berbalik arah?

Ingin ku sampaikan salam perpisahan paling syahdu

Agar hilang mu tak membekas begitu pilu

Agar hatiku dapat menerima kepergian mu tanpa perlu menunggu


Pada satu ruang yang sama

Beri aku bahagia paling sederhana

Walaupun hanya berupa senyum tanpa sapa.



Kamis, 24 September 2020

Bisu

Untuk waktu yang merangkak maju dan akan membawamu pada cerita baru. Lihatlah, awan tertunduk mendung atas kepergian mu. Meskipun perlahan pasti akan hilang dan aku hanya mampu berdiam merenungi sisa-sisa kenangan. Sebagaimana hati dapat berubah; juga cinta mampu membelokan arah. Aku hanya mampu melajurkan doa-doa pada Tuhan. Karena Tuhan selalu siap sedia menampung segala kecewa, juga riuh rindu yang membelenggu dalam waktu.

Kau hilang Seakan senyum mu tak lagi dapat kunikmati, seakan ragamu tak lagi akan ku temui, seakan semua terkaanku tak lagi salah. Seakan akan itu yang menghantuiku. Kau bisu tak lagi mencintaiku.

ASRAR

  Waktu yang merangkak maju, membawa ku pada sebuah repetisi hidup paling berarti. Pada tahun yang menurutku terlalu arogan menyediakan sedi...