Alshafaq
Laman bebas berekspresi lewat puisi
Rabu, 13 Desember 2023
ASRAR
Selasa, 04 Januari 2022
Mustahil
Pertemuan tanpa ramu yang menyelinap diantara aku dan kamu
Telah mengundang risau yang kau ukir sejak pertama bertemu
Katamu ia adalah bentuk dari pandangan pertama
Kataku itu hanyalah akal akalan belaka
Kau seperti ingin merangkai tulang yang telah hancur menjadi utuh
Kau seperti ingin memberi mekar pada mawar yang telah layu
Mustahil...
Aku hanyalah separuh, sisanya telah hilang diruang gelap bernama rapuh
Separuh yang terus hidup seiring berputarnya jam dinding
Separuh yang napasnya akrab sekali berteman dengan sepi
Dan seringkali sikap serta perkataannya menyinggung muram
Menyerahlah atau kau siap melawan sampai hilang rasa penasaran, kemudian tentangku hanya membekas menjadi abu yang terbang atau tenggelam di dasar lautan.
Jumat, 29 Oktober 2021
Ia masih setia dengan cahaya matahari, walaupun hatinya lirih ingin selalu menatapmu
Ia masih terjaga dengan keberadaan duri untuk berlindung agar tidak mendua
meskipun utas tentang kita masih dipenuhi oleh cerita aku yang diam diam suka
Setiap selesai salam bibir ku tak pernah kelu mendoakan segala yang terbaik untukmu
Hatinya pasrah, rindunya terbelenggu dan senyumnya palsu
Percayalah, bahwa mawar telah mekar bersama dengan adanya keberadaan mu.
Namun, waktu membawa mawar yang mekar ikut gugur bersama daun-daun kering
Tidak ada lagi seutas doa tulus untuk mu yang terucap setelah selesai salam
Tidak ada lagi harap dan rindu yang terbelenggu
Serta tidak ada lagi aku yang diam-diam suka
Keberadaan mu sudah hilang tak lagi menjelma sebagai rahasia yang terpendam
Rabu, 24 Maret 2021
Lembah Surya Kencana
Rabu, 23 Desember 2020
Dwi (Trilogi Aksara Alshafaq)
Malam pun pulang dan pagi kembali terang
Dengan hangat mentari yang bimbang
Burung pun kembali terbang
Ditemani nanar kepiluan
Pelan-pelan sampai ia menemukan dahan
Dahan kokoh, tak berduri dan nyaman untuk disinggahi dalam waktu yang lama
.
Burung terdiam,
Berharap sambil merintih dalam siulan
Agar ranting tak lagi jatuh
Juga tuan dalam sangkar tak ikut hilang
Semoga, kemanapun tuan terbang selalu ingat tempat pulang
Di sangkar hangat yang terbalut ketulusan.
Eka (Trilogi Aksara Alshafaq)
Malam legam
Rembulan pun sedang muram
Udara dingin menyelam
Membangun kenang tentang ranum sebuah senyuman
.
Malam semakin sunyi
Mencampakkan aku dalam sepi
Membangun hasrat untuk membaca narasi
Tentang histori berbentuk puisi
Sampai bayangmu masuk menyulusuri mimpi
.
Malam; peluklah aku
Jangan biarkan semua jadi semu
Sandarkan aku agar tetap bisu
Sampai waktu berhasil mengembalikan segala yang baik dahulu.
Rabu, 02 Desember 2020
Hilang Jejak
Seberkas jejak pun mulai pudar
Membuat perasaan sedikit dibalut nanar kepiluan
Dalam tenang bersembunyi rasa gundah
Dalam diam tersimpan banyak tanya
Sampai terbawa lelap malam-malam panjang
Bolehkah kau berbalik arah?
Ingin ku sampaikan salam perpisahan paling syahdu
Agar hilang mu tak membekas begitu pilu
Agar hatiku dapat menerima kepergian mu tanpa perlu menunggu
Pada satu ruang yang sama
Beri aku bahagia paling sederhana
Walaupun hanya berupa senyum tanpa sapa.
Kamis, 24 September 2020
Bisu
Untuk waktu yang merangkak maju dan akan membawamu pada cerita baru. Lihatlah, awan tertunduk mendung atas kepergian mu. Meskipun perlahan pasti akan hilang dan aku hanya mampu berdiam merenungi sisa-sisa kenangan. Sebagaimana hati dapat berubah; juga cinta mampu membelokan arah. Aku hanya mampu melajurkan doa-doa pada Tuhan. Karena Tuhan selalu siap sedia menampung segala kecewa, juga riuh rindu yang membelenggu dalam waktu.
Kau hilang Seakan senyum mu tak lagi dapat kunikmati, seakan ragamu tak lagi akan ku temui, seakan semua terkaanku tak lagi salah. Seakan akan itu yang menghantuiku. Kau bisu tak lagi mencintaiku.
ASRAR
Waktu yang merangkak maju, membawa ku pada sebuah repetisi hidup paling berarti. Pada tahun yang menurutku terlalu arogan menyediakan sedi...
-
Malam pun pulang dan pagi kembali terang Dengan hangat mentari yang bimbang Burung pun kembali terbang Ditemani nanar kepiluan Pelan-pelan ...
-
Pergi sementara agar dapat menghindar dari hiruk pikuk untuk mengejar segala pencapaian dan kebutuhan. Pergi ke sebuah tempat yang menyertak...

