Rabu, 23 Desember 2020

Dwi (Trilogi Aksara Alshafaq)

Malam pun pulang dan pagi  kembali terang

Dengan hangat mentari yang bimbang

Burung pun kembali terbang

Ditemani nanar kepiluan

Pelan-pelan sampai ia menemukan dahan

Dahan kokoh, tak berduri dan nyaman untuk disinggahi dalam waktu yang lama

.

Burung terdiam, 

Berharap sambil merintih dalam siulan

Agar ranting tak lagi jatuh

Juga tuan dalam sangkar tak ikut hilang

Semoga, kemanapun tuan terbang selalu ingat tempat pulang

Di sangkar hangat yang terbalut ketulusan. 



Eka (Trilogi Aksara Alshafaq)

Malam legam

Rembulan pun sedang muram

Udara dingin menyelam

Membangun kenang tentang ranum sebuah senyuman

.

Malam semakin sunyi

Mencampakkan aku dalam sepi

Membangun hasrat untuk membaca narasi

Tentang histori berbentuk puisi

Sampai bayangmu masuk menyulusuri mimpi

.

Malam; peluklah aku 

Jangan biarkan semua jadi semu

Sandarkan aku agar tetap bisu

Sampai waktu berhasil mengembalikan segala yang baik dahulu.


Rabu, 02 Desember 2020

Hilang Jejak


Setelah pamit dengan senyum yang sama

Seberkas jejak pun mulai pudar 

Membuat perasaan sedikit dibalut nanar kepiluan

Dalam tenang bersembunyi rasa gundah

Dalam diam tersimpan banyak tanya

Sampai terbawa lelap malam-malam panjang


Bolehkah kau berbalik arah?

Ingin ku sampaikan salam perpisahan paling syahdu

Agar hilang mu tak membekas begitu pilu

Agar hatiku dapat menerima kepergian mu tanpa perlu menunggu


Pada satu ruang yang sama

Beri aku bahagia paling sederhana

Walaupun hanya berupa senyum tanpa sapa.



Kamis, 24 September 2020

Bisu

Untuk waktu yang merangkak maju dan akan membawamu pada cerita baru. Lihatlah, awan tertunduk mendung atas kepergian mu. Meskipun perlahan pasti akan hilang dan aku hanya mampu berdiam merenungi sisa-sisa kenangan. Sebagaimana hati dapat berubah; juga cinta mampu membelokan arah. Aku hanya mampu melajurkan doa-doa pada Tuhan. Karena Tuhan selalu siap sedia menampung segala kecewa, juga riuh rindu yang membelenggu dalam waktu.

Kau hilang Seakan senyum mu tak lagi dapat kunikmati, seakan ragamu tak lagi akan ku temui, seakan semua terkaanku tak lagi salah. Seakan akan itu yang menghantuiku. Kau bisu tak lagi mencintaiku.

ASRAR

  Waktu yang merangkak maju, membawa ku pada sebuah repetisi hidup paling berarti. Pada tahun yang menurutku terlalu arogan menyediakan sedi...